Ini adalah hari terakhir gue ngajar di GE, ya setidaknya hari terakhir untuk kelas reguler. Awalnya, gue agak ngerasa berat juga buat ninggalin. Berat karena gue harus ninggalin murid-murid gue di saat-saat menjelang ujian. Ya walaupun nanti bakalan ada penggantinya, tapi mereka butuh waktu untuk penyesuaian diri ke pengajar yang baru. Gue bener-bener berharap pengajar penggantinya lebih baik dari gue. Dan mereka bisa cepat merasa "nyaman".
Dari awal, gue emang gak ada niatan untuk bertahan lama di Ganesha. Gue punya cita-cita. Gue punya mimpi yang harus gue kejar. Dan mimpi itu bukan untuk menjadi seorang guru. Gue suka ngajar, tapi ngajar buat gue bukan sesuatu yang akan gue jadikan profesi seumur hidup. Setidaknya, kalo dari awal gue pengen jadi guru, gue akan lebih memilih untuk mengambil program strata satu di jalur pendidikan. Dan sayangnya, itu tidak terjadi.
Dihari terakhir ini, gue ngajar kelas IPA. Well, selama gue di Ganesha, emang kelas ini yang paling bikin gue nyaman. Disamping jumlah muridnya lebih sedikit, mereka juga lebih asik diajak interaksi baik soal pelajaran ataupun mengenai obrolan ringan. Bisa dibilang, mereka yang bikin gue mau bertahan di Ganesha. Hehe
Minggu depan, gue udah mulai bekerja di perusahaan yang akan menjadi lahan pencarian rejeki gue untuk berikutnya. Dan minggu depan pula, mereka semua udah bertemu dengan pengajar yang lain.
Gue cuma berharap mereka bisa lulus UN dengan hasil maksimal, masuk kuliah ke universitas yang mereka inginkan, dan menjadi orang sukses seperti apa yang mereka cita-citakan. Dan saat itu terjadi, gue berharap mereka masih inget gue, sebagai bagian kecil dari perjalanan hidup mereka. Kenal singkat bukan berarti saling melupakan dengan begitu mudah kan?
Terimakasih Abi, Inda, Gilang, William, Anjas, Viraz, Jimmy, dan yang lainnya! Terimakasih atas semuanya!
Selamat menempuh ujian dan Salam sukses!
NURISAURUS
another "sapiens", trapped in the hi-tech digital world
02 April, 2012
23 Maret, 2012
I'm a RED
Super seneng banget hari ini. Akhirnya jersey yang udah lumayan lama gue pesen dateng juga!
Harusnya jersey ini udah bisa sampai ditangan gue minggu lalu, tapi ternyata barangnya agak rusak jadi harus nunggu seminggu lagi. Dan akhirnya. taraaaa~~
jadi berasa pengen neriakin chant
Harusnya jersey ini udah bisa sampai ditangan gue minggu lalu, tapi ternyata barangnya agak rusak jadi harus nunggu seminggu lagi. Dan akhirnya. taraaaa~~
this is my new lovely jersey!
berasa norak sih gue sebenernya sampe yang kayak beginian harus di post, tapi ya pamer ples norak sedikit kan gak dosa. hehejadi berasa pengen neriakin chant
we love United, we do!GLORY GLORY MANCHESTER UNITED!
we love United, we do!
we love United, we do..
Oh, United we love you!
03 Maret, 2012
Drag me to your circle
Loh? Lo kenal sama dia?
Itu merupakan satu dari sekian banyak respon lazim ketika orang yang kita kenal di suatu waktu, mengenal orang yang kita kenal dari waktu yang lain. Seperti misalnya ketika teman SD kita ternyata adalah teman SMA dari salah satu teman kita di kampus. Atau ketika mantan kita ketika SMP ternyata sekarang berpacaran dengan teman SMA kita. Atau yang lebih mungkin lagi, calon suami teman kita ternyata adalah saudara jauh kita
Hubungan seperti ini kemudian berakhir pada satu kesimpulan : dunia itu sempit.
Gue sendiri tidak menolak kesimpulan itu, tapi bukan berarti juga sepaham. Karena buat gue, dunia itu luas. Buktinya masih banyak banget tempat dibelahan dunia ini yang belum gue injak. Kalau di kalkulasikan, mungkin gue baru merasakan gak sampai 1% dari keindahan tempat-tempat di dunia. Gue lebih melihat keterkaitan antara satu orang dengan orang yang lain sebagai suatu lingkaran.
Hal ini mirip seperti apa yang diterapkan oleh Google dalam social media terbaru miliknya, yaitu google+. Dalam G+, kita semua diilustrasikan memiliki lingkaran masing-masing. Dimana dalam lingkaran tersebut terdapat teman, keluarga, atau orang yang sekedar kita kenal dan kita tahu namanya.
Sebagaimana apa yang diterapkan G+, begitulah suatu hubungan terjalin menurut versi gue.
Allah berkehendak untuk menciptakan lingkaran-lingkaran dalam kehidupan setiap manusia. Kemudian, seperti layaknya diagram venn, lingkaran tersebut bisa saling bersinggungan satu sama lain atau bahkan saling mengiris satu sama lain. Pada keadaan bersinggungan ini lah yang memungkinkan orang yang kita kenal ternyata kenal juga dengan orang lain yang kita kenal. Bingung ya? Yah, pokonya begitulah. Pasti ngerti kan maksudnya apa..
Sedangkan pada keadaan lingkaran saling mengiris satu sama lain inilah yang memungkinkan seseorang yang kita kenal, misalnya teman kita, ternyata menikah atau menjalin hubungan dengan salah satu anggota keluarga kita. Setiap pertemuan ini, setiap keterkaitan ini, bukanlah merupakan suatu kebetulan, tapi lebih merupakan wujud perencanaan dan kehendak Tuhan.
Hal seperti ini, saat ini, terutama disaat dunia maya lebih hidup dari dunia sebenarnya, memungkinkan terjadinya lebih banyak irisan dan singgungan dalam diagram venn kehidupan kita. Seperti sebegitu mudahnya buah kelapa jatuh dari pohonnya, seperti itulah mudahnya orang mengenal bahkan jatuh cinta melalui jendela maya.
Bayangkan dengan hanya mengklik "follow" pada twitter, seseorang bisa mengetahui aktivitas orang lain sejak bangun dipagi hari hingga terlelap kembali dimalam hari. Dengan hanya mengirimkan ajakan pertemanan di 'wajahbuku', seseorang bisa dengan mudahnya melihat koleksi foto-foto orang lain ataupun mengucapkan 'selamat ulang tahun' bahkan kepada orang yang belum pernah ditemuinya sama sekali, atau bahkan dengan hanya melalui balas ber balas testimonial di friendster, hubungan seseorang bisa berujung pada pernikahan. Perkembangan teknologi telah mempermudah jalan yang harus ditempuh seseorang untuk memasuki lingkaran orang lain. Dan layaknya hal-hal tersebut, bukan tidak mungkin gue dan kalian bisa tergabung dalam satu lingkaran di suatu saat nanti.
So...drag me to your circle, and let me be your friend :)
Itu merupakan satu dari sekian banyak respon lazim ketika orang yang kita kenal di suatu waktu, mengenal orang yang kita kenal dari waktu yang lain. Seperti misalnya ketika teman SD kita ternyata adalah teman SMA dari salah satu teman kita di kampus. Atau ketika mantan kita ketika SMP ternyata sekarang berpacaran dengan teman SMA kita. Atau yang lebih mungkin lagi, calon suami teman kita ternyata adalah saudara jauh kita
Hubungan seperti ini kemudian berakhir pada satu kesimpulan : dunia itu sempit.
Gue sendiri tidak menolak kesimpulan itu, tapi bukan berarti juga sepaham. Karena buat gue, dunia itu luas. Buktinya masih banyak banget tempat dibelahan dunia ini yang belum gue injak. Kalau di kalkulasikan, mungkin gue baru merasakan gak sampai 1% dari keindahan tempat-tempat di dunia. Gue lebih melihat keterkaitan antara satu orang dengan orang yang lain sebagai suatu lingkaran.
Hal ini mirip seperti apa yang diterapkan oleh Google dalam social media terbaru miliknya, yaitu google+. Dalam G+, kita semua diilustrasikan memiliki lingkaran masing-masing. Dimana dalam lingkaran tersebut terdapat teman, keluarga, atau orang yang sekedar kita kenal dan kita tahu namanya.
Sebagaimana apa yang diterapkan G+, begitulah suatu hubungan terjalin menurut versi gue.
Allah berkehendak untuk menciptakan lingkaran-lingkaran dalam kehidupan setiap manusia. Kemudian, seperti layaknya diagram venn, lingkaran tersebut bisa saling bersinggungan satu sama lain atau bahkan saling mengiris satu sama lain. Pada keadaan bersinggungan ini lah yang memungkinkan orang yang kita kenal ternyata kenal juga dengan orang lain yang kita kenal. Bingung ya? Yah, pokonya begitulah. Pasti ngerti kan maksudnya apa..
Sedangkan pada keadaan lingkaran saling mengiris satu sama lain inilah yang memungkinkan seseorang yang kita kenal, misalnya teman kita, ternyata menikah atau menjalin hubungan dengan salah satu anggota keluarga kita. Setiap pertemuan ini, setiap keterkaitan ini, bukanlah merupakan suatu kebetulan, tapi lebih merupakan wujud perencanaan dan kehendak Tuhan.
Hal seperti ini, saat ini, terutama disaat dunia maya lebih hidup dari dunia sebenarnya, memungkinkan terjadinya lebih banyak irisan dan singgungan dalam diagram venn kehidupan kita. Seperti sebegitu mudahnya buah kelapa jatuh dari pohonnya, seperti itulah mudahnya orang mengenal bahkan jatuh cinta melalui jendela maya.
Bayangkan dengan hanya mengklik "follow" pada twitter, seseorang bisa mengetahui aktivitas orang lain sejak bangun dipagi hari hingga terlelap kembali dimalam hari. Dengan hanya mengirimkan ajakan pertemanan di 'wajahbuku', seseorang bisa dengan mudahnya melihat koleksi foto-foto orang lain ataupun mengucapkan 'selamat ulang tahun' bahkan kepada orang yang belum pernah ditemuinya sama sekali, atau bahkan dengan hanya melalui balas ber balas testimonial di friendster, hubungan seseorang bisa berujung pada pernikahan. Perkembangan teknologi telah mempermudah jalan yang harus ditempuh seseorang untuk memasuki lingkaran orang lain. Dan layaknya hal-hal tersebut, bukan tidak mungkin gue dan kalian bisa tergabung dalam satu lingkaran di suatu saat nanti.
So...drag me to your circle, and let me be your friend :)
28 Februari, 2012
Keluguan berbuah kebodohan
Hampir setiap orang yang pernah menginjakkan kaki di bumi pernah merasakan melakukan suatu kebodohan atau suatu hal yang memalukan, termasuk gue.
Kebodohan atau hal yang memalukan biasanya dipicu oleh keadaan dimana diri mengalami ketidakseimbangan antara perkembangan mental dan kemampuan berpikir dimana secara ringkas didefinisikan sebagai keadaan lugu temporer atau kasarnya bodoh sesaat. Mungkin beberapa ahli bahasa akan mencekal pendefinisian lugu yang gue jabarkan, tapi sebelum itu terjadi gue meminta maaf karena gue bukan ahli bahasa :p
Keadaan dimana ke"lugu"an gue mengarah kepada hal bodoh pernah gue alami ketika gue masih berseragam putih-biru. Saat itu gue, (mantan) pacar gue, sahabat gue, dan mantan pacarnya sedang kumpul asik di rumah setelah melalang buana yang sekarang gue lupa sebenarnya kami abis kemana. Seperti biasa, kami kumpul di ruang tamu sambil mengobrol. Ditengah ke-asik-an kami, tiba-tiba ada kucing yang datang dari entah berantah masuk ke rumah. Biasanya, kucing yang masuk ke rumah gue dapat dengan mudah di usir dengan cara di'gebrak' atau di 'towel-towel' pake gagang sapu. Tapi kucing yang satu ini berbeda. Dia gak bergerak atau merespon sama sekali biarpun udah setengah ditendang sama temen gue. Sebenernya sih kucing itu gak ngapa-ngapain, dia gak berusaha ngambil makanan di rumah jadi gak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetep aja gue khawatir dan risih. Siapa yang gak risih sih kalau obrolan kita didengerin sama kucing. Belum lagi ditambah gue yang parno kalau tiba-tiba si kucing buang hajat. Kan repot! Beberapa cara kami lakukan untuk mengusir kucing itu. Dari mulai cara yang halus hingga cara yang kasar. Dan akhirnya kami menyerah, si kucing benar-benar mati rasa. Disaat keputusasaan-kami-akan-kucing gue menemukan ide cemerlang, ide yang belakangan ini gue nobatkan sebagai ide terbodoh sepanjang masa. Dengan segera, gue jongkok didepan kucing dan berteriak keras "guk! guk! guk!". Gue saat itu berharap kucing akan takut dan kemudian pergi. Tapi yang gue dapat hanyalah muka bengong kucing yang ngeliatin gue dan tawa kencang temen-temen gue. malu aku malu... Dan itulah ke"lugu"an temporer yang mengarahkan gue untuk melakukan hal memalukan. Saat itu gue bener-bener gak berpikir bahwa hal yang akan gue lakukan adalah hal yang bodoh. Gue cuma berpikir kalau kucing itu takut sama anjing. Dan mungkin, dengan gue pura-pura jadi anjing, si kucing bakalan takut dan kemudian kabur dari rumah gue. Ternyata...salah besar.
Dan hingga sekarang, momen itu selalu diangkat untuk sekedar meledek gue. 1 aksi berbuah seribu cela.
Sebenarnya, masih banyak hal-hal memalukan yang pernah gue lakukan karena ke"lugu"an gue. Tapi kalau diceritakan disini, bisa-bisa gue langsung dapet label BODOH dan gue gak mau hal itu terjadi. Biarlah semua menjadi cerita antara gue dan orang-orang yang terlibat dalam momen-momen tersebut :p
Disaat melakukan hal bodoh atau memalukan, seseorang tidak akan pernah sadar bahwa hal yang dilakukannya adalah memalukan. Orang tersebut baru akan sadar ketika ada respon dari orang lain. Maka dari itu, sebelum melakukan suatu tindakan, usahakan untuk memberi kesempatan kepada otak untuk berpikir baik atau buruk, memalukan atau tidak tindakan tersebut. Jangan biarkan keluguan dan kebodohan menguasai anda untuk melakukan tindakan. Namun jika Anda sedang tergesa-gesa dan tidak sempat memberi waktu untuk otak, berilah waktu untuk diri anda untuk bisa menerima dan tidak menyesali perbuatan bodoh anda setelahnya.
Kebodohan atau hal yang memalukan biasanya dipicu oleh keadaan dimana diri mengalami ketidakseimbangan antara perkembangan mental dan kemampuan berpikir dimana secara ringkas didefinisikan sebagai keadaan lugu temporer atau kasarnya bodoh sesaat. Mungkin beberapa ahli bahasa akan mencekal pendefinisian lugu yang gue jabarkan, tapi sebelum itu terjadi gue meminta maaf karena gue bukan ahli bahasa :p
Keadaan dimana ke"lugu"an gue mengarah kepada hal bodoh pernah gue alami ketika gue masih berseragam putih-biru. Saat itu gue, (mantan) pacar gue, sahabat gue, dan mantan pacarnya sedang kumpul asik di rumah setelah melalang buana yang sekarang gue lupa sebenarnya kami abis kemana. Seperti biasa, kami kumpul di ruang tamu sambil mengobrol. Ditengah ke-asik-an kami, tiba-tiba ada kucing yang datang dari entah berantah masuk ke rumah. Biasanya, kucing yang masuk ke rumah gue dapat dengan mudah di usir dengan cara di'gebrak' atau di 'towel-towel' pake gagang sapu. Tapi kucing yang satu ini berbeda. Dia gak bergerak atau merespon sama sekali biarpun udah setengah ditendang sama temen gue. Sebenernya sih kucing itu gak ngapa-ngapain, dia gak berusaha ngambil makanan di rumah jadi gak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetep aja gue khawatir dan risih. Siapa yang gak risih sih kalau obrolan kita didengerin sama kucing. Belum lagi ditambah gue yang parno kalau tiba-tiba si kucing buang hajat. Kan repot! Beberapa cara kami lakukan untuk mengusir kucing itu. Dari mulai cara yang halus hingga cara yang kasar. Dan akhirnya kami menyerah, si kucing benar-benar mati rasa. Disaat keputusasaan-kami-akan-kucing gue menemukan ide cemerlang, ide yang belakangan ini gue nobatkan sebagai ide terbodoh sepanjang masa. Dengan segera, gue jongkok didepan kucing dan berteriak keras "guk! guk! guk!". Gue saat itu berharap kucing akan takut dan kemudian pergi. Tapi yang gue dapat hanyalah muka bengong kucing yang ngeliatin gue dan tawa kencang temen-temen gue. malu aku malu... Dan itulah ke"lugu"an temporer yang mengarahkan gue untuk melakukan hal memalukan. Saat itu gue bener-bener gak berpikir bahwa hal yang akan gue lakukan adalah hal yang bodoh. Gue cuma berpikir kalau kucing itu takut sama anjing. Dan mungkin, dengan gue pura-pura jadi anjing, si kucing bakalan takut dan kemudian kabur dari rumah gue. Ternyata...salah besar.
Dan hingga sekarang, momen itu selalu diangkat untuk sekedar meledek gue. 1 aksi berbuah seribu cela.
Sebenarnya, masih banyak hal-hal memalukan yang pernah gue lakukan karena ke"lugu"an gue. Tapi kalau diceritakan disini, bisa-bisa gue langsung dapet label BODOH dan gue gak mau hal itu terjadi. Biarlah semua menjadi cerita antara gue dan orang-orang yang terlibat dalam momen-momen tersebut :p
Disaat melakukan hal bodoh atau memalukan, seseorang tidak akan pernah sadar bahwa hal yang dilakukannya adalah memalukan. Orang tersebut baru akan sadar ketika ada respon dari orang lain. Maka dari itu, sebelum melakukan suatu tindakan, usahakan untuk memberi kesempatan kepada otak untuk berpikir baik atau buruk, memalukan atau tidak tindakan tersebut. Jangan biarkan keluguan dan kebodohan menguasai anda untuk melakukan tindakan. Namun jika Anda sedang tergesa-gesa dan tidak sempat memberi waktu untuk otak, berilah waktu untuk diri anda untuk bisa menerima dan tidak menyesali perbuatan bodoh anda setelahnya.
08 Februari, 2012
TV is not always as simple as a box
Kalau kita bicara soal TV. Yang kita tahu adalah sebuah kubus yang bisa mengeluarkan gambar-gambar bergerak melalui proses penerimaan gelombang elektromagnetik yang kemudian dikonversi menjadi energi akustik dan cahaya yang kemudian bisa kita dengar dan lihat. Yah, walaupun TV jaman sekarang jarang yang berbentuk kubus. Tapi bagi gue, TV identik dengan kubus walaupun gak se-simple kubus.
Selama ini, orang-orang cuma menonton hasilnya aja tanpa tahu proses. Mungkin jarang orang yang tahu kalau kita melihat gambar ditelevisi sebagai hasil dari ribuan piksel yang ditembak oleh elektron berenergi tinggi. Ya wajar sih, siapa juga yang mau peduli sama kehadiran elektron. Padahal kalau kata dosen gue. Elektron adalah satpam dari keberlangsungan kehidupan. Jika Tuhan berkehendak untuk membalikkan arah putaran elektron dari arah aslinya, maka dalam sekejap hancur lah dunia. Dan mungkin itulah nanti yang dinamakan kiamat.
Well, sebenarnya gue bukan mau berbicara tentang science. Gue cuma mau cerita bahwa gue pernah terlibat dalam pembuatan suatu TV, walaupun keterlibatan gue cuma seujung kuku jari. Ini bukan TV sembarangan. Karena TV ini dihasilkan dengan proses kerja keras temen-temen gue yang harus susah-payah-peres-keringet-banting-tulang. Perlu diluruskan bahwa TV yang kemudian akan saya bicarakan tidak menampilkan gambar visual dua dimensi melalui media layar. Bahkan TV yang satu ini tidak memerlukan energi listrik. TV ini ajaib. Semua orang bisa keluar masuk dalam arti sebenarnya dengan sepuasnya. TV ini hanya ada di kimia Unpad tahun 2007. Dan inilah TV kami..
walaupun beberapa teman gue berpendapat ini lebih mirip seperti microwave. Tapi buat gue ini TV paling keren di dunia. TV ini dikonsep oleh salah seorang teman gue yang gue anggap sebagai the most creative person I've ever known. Orang yang sama yang membuatkan souvenir wisuda buat gue dan temen-temen gue. She's Inay. Entah kepikiran dari mana, setelah juklak kegiatan malam keakraban jatuh ke tangan angkatan gue, tim acara di paksa untuk berpikir keras mengenai tema acara yang kemudian dikoordinasikan dengan tim dekorasi. Dan memang dasar Inay anak ajaib, setelah mendapat tema dari tim acara, dia yang mengemban tugas sebagai ketua tim dekor langsung berpikiran untuk membuat sebuah TV. Konsepnya sangat matang. Dia berpikir TV adalah hal yang selalu ada diruang keluarga. Yang bisa menyatukan keluarga dari seluruh aktivitas yang membuatnya terpencar. Dengan TV, keluarga bersatu. Itulah tujuan yang diharapkan dari acara ini, menyatukan keluarga kimia. Kalau dilihat sekilas, mungkin TV ini terlihat simple. Beberapa orang pasti beranggapan "ah, kayak gitu mah gampang buatnya". Ya, mungkin kalau semua bahan tersedia dan dana banyak, membuat TV seperti ini adalah sesuatu hal yang sangat mudah. Tapi bayangkan jika dana yang disediakan hanya sedikit. Pasti perlu putar otak untuk bisa mendapatkan hasil seperti ini, dan itu sulit.
So, TV is not always as simple as a box, right?
Walaupun harus kerja extra, tapi acara malam keakraban ini sukses besar! Banyak pujian berdatangan dari senior dan keluarga kimia yang lain. Ini adalah gambar yang diambil dari pojok komentar yang disediakan khusus oleh panitia untuk diisi oleh para undangan
Seneng rasanya baca komen-komen yang berasal dari senior ini. Komen yang paling gue suka adalah yang ada di sudut kiri atas "udah 3 taun hidup di kimia baru sekarang masuk TV"
Mungkin inilah makrab tersukses dieranya. Kami puas! hehe
Tau gak yang bikin TV ini terasa seperti TV sebenarnya? TV ini terasa lebih real karena adanya "iklan". Sesi iklan ini dihadirkan diantara sesi-sesi penting. Tujuannya untuk menghibur biar gak jenuh. Dan "iklan" yang ditampilkan merupakan parodi dari iklan-iklan yang saat itu lagi booming di Televisi sebenarnya. Salah satu iklan yang gue inget adalah iklan deodoran yang memakai backsound 'wannabe milik Spice Girls'.
Ohiya, gue pas makrab kebetulan jadi salah satu pengisi acara. Gue dan temen-temen gue mempersembahkan satu tarian dari Aceh, yaitu tari saman. Walaupun gak apal lagunya dan ada kesalahan disana-sini, kalau melihat videonya dan inget kalau ini adalah hasil latihan seminggu, ini udah cukup bagus :)
Bisa tebak gue yang mana? Gue adalah orang keempat dari kanan. Walaupun kami gak masuk TV karena gak muat, tapi tetep seneng bisa ikut memeriahkan hari itu. Oh iya, seragam yang dipakai itu seragam angkatan yang dirancang khusus oleh temen gue untuk acara ini.
And finally, I have to say "TV memang selalu se-menyenangkan isinya!"
-- ini merupakan beberapa gambar yang berhasil diambil ketika acara makrab tersebut
Selama ini, orang-orang cuma menonton hasilnya aja tanpa tahu proses. Mungkin jarang orang yang tahu kalau kita melihat gambar ditelevisi sebagai hasil dari ribuan piksel yang ditembak oleh elektron berenergi tinggi. Ya wajar sih, siapa juga yang mau peduli sama kehadiran elektron. Padahal kalau kata dosen gue. Elektron adalah satpam dari keberlangsungan kehidupan. Jika Tuhan berkehendak untuk membalikkan arah putaran elektron dari arah aslinya, maka dalam sekejap hancur lah dunia. Dan mungkin itulah nanti yang dinamakan kiamat.
Well, sebenarnya gue bukan mau berbicara tentang science. Gue cuma mau cerita bahwa gue pernah terlibat dalam pembuatan suatu TV, walaupun keterlibatan gue cuma seujung kuku jari. Ini bukan TV sembarangan. Karena TV ini dihasilkan dengan proses kerja keras temen-temen gue yang harus susah-payah-peres-keringet-banting-tulang. Perlu diluruskan bahwa TV yang kemudian akan saya bicarakan tidak menampilkan gambar visual dua dimensi melalui media layar. Bahkan TV yang satu ini tidak memerlukan energi listrik. TV ini ajaib. Semua orang bisa keluar masuk dalam arti sebenarnya dengan sepuasnya. TV ini hanya ada di kimia Unpad tahun 2007. Dan inilah TV kami..
So, TV is not always as simple as a box, right?
Walaupun harus kerja extra, tapi acara malam keakraban ini sukses besar! Banyak pujian berdatangan dari senior dan keluarga kimia yang lain. Ini adalah gambar yang diambil dari pojok komentar yang disediakan khusus oleh panitia untuk diisi oleh para undangan
Seneng rasanya baca komen-komen yang berasal dari senior ini. Komen yang paling gue suka adalah yang ada di sudut kiri atas "udah 3 taun hidup di kimia baru sekarang masuk TV"
Mungkin inilah makrab tersukses dieranya. Kami puas! hehe
Tau gak yang bikin TV ini terasa seperti TV sebenarnya? TV ini terasa lebih real karena adanya "iklan". Sesi iklan ini dihadirkan diantara sesi-sesi penting. Tujuannya untuk menghibur biar gak jenuh. Dan "iklan" yang ditampilkan merupakan parodi dari iklan-iklan yang saat itu lagi booming di Televisi sebenarnya. Salah satu iklan yang gue inget adalah iklan deodoran yang memakai backsound 'wannabe milik Spice Girls'.
Ohiya, gue pas makrab kebetulan jadi salah satu pengisi acara. Gue dan temen-temen gue mempersembahkan satu tarian dari Aceh, yaitu tari saman. Walaupun gak apal lagunya dan ada kesalahan disana-sini, kalau melihat videonya dan inget kalau ini adalah hasil latihan seminggu, ini udah cukup bagus :)
Bisa tebak gue yang mana? Gue adalah orang keempat dari kanan. Walaupun kami gak masuk TV karena gak muat, tapi tetep seneng bisa ikut memeriahkan hari itu. Oh iya, seragam yang dipakai itu seragam angkatan yang dirancang khusus oleh temen gue untuk acara ini.
And finally, I have to say "TV memang selalu se-menyenangkan isinya!"
-- ini merupakan beberapa gambar yang berhasil diambil ketika acara makrab tersebut
02 Februari, 2012
Such a great day!
Hello again blogger!
Gue mau cerita tentang perjalanan gue yang kemaren sempet nyebrang ke propinsi sebelah. Kebetulan gue ada panggilan interview dari salah satu perusahaan di kawasan industri Tanggerang. Gue kira, gue adalah orang yang pertama dateng kesana. Ternyata pas masuk ruang tunggu, sudah ada 3 orang yang datang. 2 cowok 1 cewek. Kami berasal dari universitas yang berbeda. Sempet saling ngobrol hingga akhirnya salah satu diantara kami dipanggil untuk interview. Gue dapet urutan interview ketiga.
Singkat cerita, gue akhirnya dipanggil untuk langsung ketemu dengan manager HRD dari perusahaan itu. Managernya ibu-ibu, cantik, ramah pula. Sebelum interview dia bilang ke gue "interviewnya pake bahasa Inggris yah, jadi kamu jangan terlalu gugup". Well, agak kaget sih. Gue gak ada persiapan apa-apa karena gue pikir interviewnya pake bahasa Indonesia. Kemudian pertanyaan demi pertanyaan muncul dari sang HRD, untungnya gue masih bisa jawab walaupun dengan bahasa amburadul. Bersyukur karena dia ngerti setiap jawaban dari gue. Setelah puluhan pertanyaan selesai ditanyakan, dia bilang. "Oke, sama saya cukup. Setelah ini kamu langsung interview dengan user ya, ada 3 orang dan interviewnya pake bahasa Inggris lagi". Gue cuma bisa jawab "oke" sambil nelen ludah.
Perasaan udah gak karuan, sama satu orang aja udah ribet gimana 3 orang sekaligus. Akhirnya setelah gue nunggu, para user pun datang. Satu berwajah India, satu berwajah Cina, dan satu lagi berwajah Indonesia. Dan gue pun mulai dihujani berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang paling pengen bikin gue ketawa adalah ketika salah satu dari mereka bertanya "what is the difference between organic chemistry and inorganic chemistry?". Gue mau ketawa karena pertanyaan ini adalah pertanyaan keramat yang kalo menurut dosen gue, orang kimia belum bisa disebut chemist kalo dia gak tau jawaban dari pertanyaan ini. Alhamdulillah gue inget jawabannya apa. Setelah puas menyudutkan gue dengan banyak pertanyaan, akhirnya mereka menyudahi proses interview. Dan seperti biasa, gue disuruh nunggu hasilnya karena besok masih ada yang harus interview lagi. Ehm, gue agak berharap banyak sih buat masuk perusahaan ini, soalnya orang2 yang interview sebelum gue udah gugur di interview HRD dan langsung pulang. Jadi gue sangat bersyukur karena bisa lanjut sampai user. Bantu doanya semoga dapet yang terbaik ya! :)
Setelah itu, pulangnya gue melewati jalur yang sama ketika gue berangkat. Gue naik Primajasa jurusan Kp Rambutan - Balaraja dari Bitung. Gue duduk dibangku 3. Dan gak lama kemudian ada cowok duduk disamping gue. Dia masih muda, 2 tahun lebih tua dari pada gue. Awalnya dia nanya bus yang kami tumpangi bener-bener lewat kebun jeruk atau engga. Gue bilang iya. Setelah sempet diem-dieman agak lama, akhirnya dia mulai ngajak ngobrol. Well, gue gak nyangka, obrolan kita nyambung karena ternyata dia kerja di perusahaan produksi polimer. Dia emang bukan anak kimia atau teknik kimia, dia lulusan D1 mesin. Kalau berdasarkan background pendidikannya harusnya dia nanganin mekanik atau reaktor, tapi yang bikin gue kagum adalah dia megang produksi dan ngerti semua proses produksi. Dia cerita banyak tentang gimana dia akhirnya bisa ngerti semuanya. Gimana dia bisa ngebangun karirnya disana selama 3,5 tahun. Dia juga cerita gimana dia bisa sampai ke Jakarta. fyi, dia orang Jogja. Pokoknya menurut gue obrolan kita tuh berbobot banget karena disitu kita bener-bener tuker pikiran. Yang gue suka dari dia adalah, dia cerdas. Dia tau banyak hal, dia mengerti bagaimana bersikap, cara ngomongnya juga sopan. Oh iya, dia namanya Arif. Kita ngobrol banyak sampe gak berasa ternyata harus udah pisah. Obrolan satu setengah jam tapi isinya segala rupa. Perjalanan yang cukup menyenangkan karena gue gak harus bengong-bengong sendirian nunggu macet. Sebelum turun bis dia bilang ke gue "Inget ya, saya Arif. Jadi nanti kalau ketemu lagi di bis bisa ngobrol lagi. Makasih ya..". hmm..okay, I'll wait until our next meeting :D
Gue mau cerita tentang perjalanan gue yang kemaren sempet nyebrang ke propinsi sebelah. Kebetulan gue ada panggilan interview dari salah satu perusahaan di kawasan industri Tanggerang. Gue kira, gue adalah orang yang pertama dateng kesana. Ternyata pas masuk ruang tunggu, sudah ada 3 orang yang datang. 2 cowok 1 cewek. Kami berasal dari universitas yang berbeda. Sempet saling ngobrol hingga akhirnya salah satu diantara kami dipanggil untuk interview. Gue dapet urutan interview ketiga.
Singkat cerita, gue akhirnya dipanggil untuk langsung ketemu dengan manager HRD dari perusahaan itu. Managernya ibu-ibu, cantik, ramah pula. Sebelum interview dia bilang ke gue "interviewnya pake bahasa Inggris yah, jadi kamu jangan terlalu gugup". Well, agak kaget sih. Gue gak ada persiapan apa-apa karena gue pikir interviewnya pake bahasa Indonesia. Kemudian pertanyaan demi pertanyaan muncul dari sang HRD, untungnya gue masih bisa jawab walaupun dengan bahasa amburadul. Bersyukur karena dia ngerti setiap jawaban dari gue. Setelah puluhan pertanyaan selesai ditanyakan, dia bilang. "Oke, sama saya cukup. Setelah ini kamu langsung interview dengan user ya, ada 3 orang dan interviewnya pake bahasa Inggris lagi". Gue cuma bisa jawab "oke" sambil nelen ludah.
Perasaan udah gak karuan, sama satu orang aja udah ribet gimana 3 orang sekaligus. Akhirnya setelah gue nunggu, para user pun datang. Satu berwajah India, satu berwajah Cina, dan satu lagi berwajah Indonesia. Dan gue pun mulai dihujani berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang paling pengen bikin gue ketawa adalah ketika salah satu dari mereka bertanya "what is the difference between organic chemistry and inorganic chemistry?". Gue mau ketawa karena pertanyaan ini adalah pertanyaan keramat yang kalo menurut dosen gue, orang kimia belum bisa disebut chemist kalo dia gak tau jawaban dari pertanyaan ini. Alhamdulillah gue inget jawabannya apa. Setelah puas menyudutkan gue dengan banyak pertanyaan, akhirnya mereka menyudahi proses interview. Dan seperti biasa, gue disuruh nunggu hasilnya karena besok masih ada yang harus interview lagi. Ehm, gue agak berharap banyak sih buat masuk perusahaan ini, soalnya orang2 yang interview sebelum gue udah gugur di interview HRD dan langsung pulang. Jadi gue sangat bersyukur karena bisa lanjut sampai user. Bantu doanya semoga dapet yang terbaik ya! :)
Setelah itu, pulangnya gue melewati jalur yang sama ketika gue berangkat. Gue naik Primajasa jurusan Kp Rambutan - Balaraja dari Bitung. Gue duduk dibangku 3. Dan gak lama kemudian ada cowok duduk disamping gue. Dia masih muda, 2 tahun lebih tua dari pada gue. Awalnya dia nanya bus yang kami tumpangi bener-bener lewat kebun jeruk atau engga. Gue bilang iya. Setelah sempet diem-dieman agak lama, akhirnya dia mulai ngajak ngobrol. Well, gue gak nyangka, obrolan kita nyambung karena ternyata dia kerja di perusahaan produksi polimer. Dia emang bukan anak kimia atau teknik kimia, dia lulusan D1 mesin. Kalau berdasarkan background pendidikannya harusnya dia nanganin mekanik atau reaktor, tapi yang bikin gue kagum adalah dia megang produksi dan ngerti semua proses produksi. Dia cerita banyak tentang gimana dia akhirnya bisa ngerti semuanya. Gimana dia bisa ngebangun karirnya disana selama 3,5 tahun. Dia juga cerita gimana dia bisa sampai ke Jakarta. fyi, dia orang Jogja. Pokoknya menurut gue obrolan kita tuh berbobot banget karena disitu kita bener-bener tuker pikiran. Yang gue suka dari dia adalah, dia cerdas. Dia tau banyak hal, dia mengerti bagaimana bersikap, cara ngomongnya juga sopan. Oh iya, dia namanya Arif. Kita ngobrol banyak sampe gak berasa ternyata harus udah pisah. Obrolan satu setengah jam tapi isinya segala rupa. Perjalanan yang cukup menyenangkan karena gue gak harus bengong-bengong sendirian nunggu macet. Sebelum turun bis dia bilang ke gue "Inget ya, saya Arif. Jadi nanti kalau ketemu lagi di bis bisa ngobrol lagi. Makasih ya..". hmm..okay, I'll wait until our next meeting :D
15 Desember, 2011
I was born from a boom-box
Gue mencintai musik seakan musik itu hidup, gue menghargai musik seakan musik itu gila hormat, gue menikmati musik seakan musik itu makanan lezat, gue mengagumi musik seakan musik itu salah satu bintang di tatanan galaxy, dan gue menjaga musik seakan musik itu benda rapuh.
Musik membuat gue nyaman, musik membuat mood gue kembali hidup, musik bisa mewakili perasaan gue. Musik tidak pernah benar-benar hidup, namun terkadang dapat memahami kita seakan dia lebih hidup dari berbagai makhluk hidup. Musik membuat hidup gue menjadi lebih hidup.
Anyone agree with me?
Musik membuat gue nyaman, musik membuat mood gue kembali hidup, musik bisa mewakili perasaan gue. Musik tidak pernah benar-benar hidup, namun terkadang dapat memahami kita seakan dia lebih hidup dari berbagai makhluk hidup. Musik membuat hidup gue menjadi lebih hidup.
Anyone agree with me?
Langganan:
Entri (Atom)

