Hampir setiap orang yang pernah menginjakkan kaki di bumi pernah merasakan melakukan suatu kebodohan atau suatu hal yang memalukan, termasuk gue.
Kebodohan atau hal yang memalukan biasanya dipicu oleh keadaan dimana diri mengalami ketidakseimbangan antara perkembangan mental dan kemampuan berpikir dimana secara ringkas didefinisikan sebagai keadaan lugu temporer atau kasarnya bodoh sesaat. Mungkin beberapa ahli bahasa akan mencekal pendefinisian lugu yang gue jabarkan, tapi sebelum itu terjadi gue meminta maaf karena gue bukan ahli bahasa :p
Keadaan dimana ke"lugu"an gue mengarah kepada hal bodoh pernah gue alami ketika gue masih berseragam putih-biru. Saat itu gue, (mantan) pacar gue, sahabat gue, dan mantan pacarnya sedang kumpul asik di rumah setelah melalang buana yang sekarang gue lupa sebenarnya kami abis kemana. Seperti biasa, kami kumpul di ruang tamu sambil mengobrol. Ditengah ke-asik-an kami, tiba-tiba ada kucing yang datang dari entah berantah masuk ke rumah. Biasanya, kucing yang masuk ke rumah gue dapat dengan mudah di usir dengan cara di'gebrak' atau di 'towel-towel' pake gagang sapu. Tapi kucing yang satu ini berbeda. Dia gak bergerak atau merespon sama sekali biarpun udah setengah ditendang sama temen gue. Sebenernya sih kucing itu gak ngapa-ngapain, dia gak berusaha ngambil makanan di rumah jadi gak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetep aja gue khawatir dan risih. Siapa yang gak risih sih kalau obrolan kita didengerin sama kucing. Belum lagi ditambah gue yang parno kalau tiba-tiba si kucing buang hajat. Kan repot! Beberapa cara kami lakukan untuk mengusir kucing itu. Dari mulai cara yang halus hingga cara yang kasar. Dan akhirnya kami menyerah, si kucing benar-benar mati rasa. Disaat keputusasaan-kami-akan-kucing gue menemukan ide cemerlang, ide yang belakangan ini gue nobatkan sebagai ide terbodoh sepanjang masa. Dengan segera, gue jongkok didepan kucing dan berteriak keras "guk! guk! guk!". Gue saat itu berharap kucing akan takut dan kemudian pergi. Tapi yang gue dapat hanyalah muka bengong kucing yang ngeliatin gue dan tawa kencang temen-temen gue. malu aku malu... Dan itulah ke"lugu"an temporer yang mengarahkan gue untuk melakukan hal memalukan. Saat itu gue bener-bener gak berpikir bahwa hal yang akan gue lakukan adalah hal yang bodoh. Gue cuma berpikir kalau kucing itu takut sama anjing. Dan mungkin, dengan gue pura-pura jadi anjing, si kucing bakalan takut dan kemudian kabur dari rumah gue. Ternyata...salah besar.
Dan hingga sekarang, momen itu selalu diangkat untuk sekedar meledek gue. 1 aksi berbuah seribu cela.
Sebenarnya, masih banyak hal-hal memalukan yang pernah gue lakukan karena ke"lugu"an gue. Tapi kalau diceritakan disini, bisa-bisa gue langsung dapet label BODOH dan gue gak mau hal itu terjadi. Biarlah semua menjadi cerita antara gue dan orang-orang yang terlibat dalam momen-momen tersebut :p
Disaat melakukan hal bodoh atau memalukan, seseorang tidak akan pernah sadar bahwa hal yang dilakukannya adalah memalukan. Orang tersebut baru akan sadar ketika ada respon dari orang lain. Maka dari itu, sebelum melakukan suatu tindakan, usahakan untuk memberi kesempatan kepada otak untuk berpikir baik atau buruk, memalukan atau tidak tindakan tersebut. Jangan biarkan keluguan dan kebodohan menguasai anda untuk melakukan tindakan. Namun jika Anda sedang tergesa-gesa dan tidak sempat memberi waktu untuk otak, berilah waktu untuk diri anda untuk bisa menerima dan tidak menyesali perbuatan bodoh anda setelahnya.
0 comments:
Poskan Komentar